Pemain Baru Arema FC Tergantung Kebutuhan Pelatih Baru

VIVA â€“ Arema FC dipastikan kehilangan dua pemain asing milik mereka. Penyerang asal Argentina Jonathan Bauman dan gelandang asal Korea Selatan Oh In-Kyun. Mereka memutuskan pergi karena tidak sepakat dengan kontrak baru. 

Assisten pelatih Arema, Charis Yulianto, mengakui setelah kepergian Bauman dan In-Kyun otomatis kebutuhan yang masih kurang adalah keberadaan pemain asing. Tapi dia tidak mau terburu-buru, sebab pengambilan kebijakan soal kebutuhan pemain asing tergantung pelatih baru Singo Edan.

“Kami akan komunikasikan dengan pelatih kepala terkait kebutuhan pemain asing. Posisi ini yang kami butuhkan, meski nanti bisa menambah pemain saat putaran kedua,” kata Charis, Selasa, 25 Agustus 2020.

Charis mengatakan, selain kebutuhan pemain asing. Arema  juga butuh tambahan pemain lokal di posisi penjaga gawang. Setelah Kurniawan Kartika Ajie mengalami cedera lutut dan harus absen sampai akhir musim. Sebab, saat ini mereka hanya menyisahkan tiga penjaga gawang yakni, Teguh Amirudin, Andreas Francisko, dan Utam Rusdiana.  

“Di sektor penjaga gawang memang kami perlu ada tambahan. Nanti akan kami komunikasikan dengan Felipe (pelatih kiper),” ujar Charis. 

Sebelumnya, Manajemen Arema membuat langkah kejutan dengan merekrut pemain belia asal Negeri Samba, Brasil. Dua pemain sekaligus mereka rekrut penyerang Pedro Henrique Bartoli Jardim berusia 19 tahun dan bek tengah Hugo Guilherme Correa Grillo yang masih berusia 18 tahun.

General Manager Arema, Ruddy Widodo mengatakan alasan perekrutan Hugo Guilherme Corre Grillo dan Pedro Henrique Bartoli targetnya adalah menaturalisasi keduanya. Dia berharap, rekrutmen murni inisiatif manajemen ini dapat diapresiasi oleh PSSI dan pemerintah.

“Brasil adalah salah satu negara produsen pemain berkualitas. Kebetulan, Arema FC mendapatkan tawaran untuk merekrut pemain pemain muda, yang mereka juga sangat berkeinginan untuk menerpa kompetisi pada usia muda di Indonesia. Maka, kami menyambutnya. Ini bagian dari investasi jangka panjang,” tutur Ruddy.

Matthew Collins

Back to top