Nasib Solskjaer di MU Sama secara Mourinho, Korban Prank Ed Woodward

VIVA   – Nasib organisator Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, kini sama dengan pendahulunya, Jose Mourinho. Solskjaer menjadi korban lantaran omong kosong Vice Chairman MU, Ed Woodward.

Omong kosong yang dimaksud adalah terpaut janji Woodward mendukung penuh Solskjaer dalam memperkuat skuad MU dengan mendatangkan sejumlah pemain impiannya.

Ternyata, janji tersebut cuma prank semata dari Woodward. Dasar, MU berhasil mendatangkan lima pemain di bursa transfer musim panas 2020.

Donny van de Beek, Alex Telles, Edinson Cavani, Amad Diallo, dan Facundo Pellistri, adalah seluruh rekrutan anyar MU di musim panas 2020.

Namun, dilansir ESPN, lima pemain itu ternyata bukan idaman dari Solskjaer. Tak satu pun dari mereka yang masuk dalam daftar incaran Solskjaer.

Cuma ada tiga pemain yang diinginkan Solskjaer di MU. Mereka adalah Jadon Sancho, Jack Grealish, dan Dayot Upamecano.

Bek RB Leipzig, Dayot Upamecano.

Dipastikan, lima pemain itu hanya jadi alat Woodward demi menyenangkan Solskjaer semata. Dan, fenomena ini sudah terjadi saat Woodward mempekerjakan Mourinho.

Di depan media, Mourinho buka-bukaan soal situasi yang dihadapinya selama menangani MU. Dia tak ragu menyerang Woodward yang kandas terus dalam memenuhi kebutuhannya membentuk skuad.

Menariknya, dalam satu momen, Woodward bicara ke media, mengakui kesalahannya dan tidak mendukung Mourinho. Salah satu kelalaian yang diakui Woodward kala patah pucuk mendatangkan Harry Maguire pada musim panas 2018 silam.

“Benar, kami tak bisa merekrut bek tengah di musim panas 2018. Pun, memang ada perdebatan antara satu atau dua pemeran antara manajer dan departemen perekrutan, ” ujar Woodward.

“Terkadang, saya harus mengambil kesimpulan sulit dengan berkata ‘tidak’. Dengan natural, sikap kami adalah menanggung manajer di segala situasi. Tapi, kami harus mendengarkan ahli perekrutan pula, ” lanjutnya.

Matthew Collins

Back to top