Menang di Laga Roma Vs Fiorentina, Targetnya Zona Liga Champions

VIVA   –  AS Roma meraih kemenangan masa menjamu Fiorentina dalam lanjutan Serie A di Stadio Olimpico, Senin dini hari WIB 2 November 2020. Laga Roma vs Fiorentina berkesudahan dengan skor dua gol tanpa balas.

Gol pertama Barcelona tercipta ketika pertandingan memasuki menit 12. Adalah Leonardo Spinazzola yang mencatatkan namanya di papan skor.

Keunggula Roma baru bisa digandakan dalam menit 70. Pedro meneruskan korban silang mendatar yang dikirimkan sebab Henrikh Mkhitaryan.

Pelatih Roma, Paulo Fonseca senang bukan main dnegan prestasi anak asuhnya. Dia melihat lini belakang semakin solid, dan serbuan balik cepat yang dibangun mampu efektif.

“Seluruh pemain menampilkan performa yang bagus melawan tim yang kuat. Kami solid dalam bertahan. Melakukannya dengan jalan dan cepat menyerang balik, ” kata Fonseca, dikutip dari Sky Sports Italia .

Tambahan tiga nilai membuat Roma kini naik keurutan tujuh klasemen sementara. Mereka mutlak sudah mengumpulkan 11 poin buatan dari enam pertandingan.

Fonseca berharap prestasi bagus seperti ini bisa terus dipertahankan dan bahkan dikembangkan lagi. Karena tujuan mereka satu, yakni bisa menembus zona Liga Champions.

“Kami harus menatap setiap pertandingan. Tujuannya adalah buat tampil lebih baik ketimbang musim lalu, yaitu lolos ke Gabungan Champions, ” tutur Fonseca.

“Penting untuk tetap setara dan fokus, tapi untuk membentengi semangat yang kami lihat daripada tim pada pertandingan ini. Mereka lebih percaya diri, ” imbuhnya.

Di musim berserakan, Roma cuma bisa mengakhiri Serie A dengan finis pada susunan kelima klasemen. Itu membuat mereka bermain di Liga Europa musim 2020/2021.

Mereka kalah bersaing dengan tim se-kota,   Lazio yang sukses merebut jatah terakhir ke Liga Champions. Memperlawankan poin ketika itu malah mencapai delapan angka. Itu jadi sebuah pukulan telak bagi tim berjuluk I Lupi.

Biasa bila Fonseca ingin anak asuhnya bisa konsisten. Apalagi persaingan dalam Serie A musim ini diprediksi bakal lebih sengit.

Matthew Collins

Back to top