Kisah RD Temukan Mutiara Bidikan Asosiasi Portugal Bernama Safawi Rasid

VIVA   –  Rahmad Darmawan menjadi salah satu orang paling berjasa dalam karier bintang Malaysia, Safawi Rasid.  

RD (sapaan Rahmad Darmawan) adalah guru yang menemukan bakat terpendam Safawi saat bermain untuk T Team junior pada 2015 silam. Maka akhirnya, Safawi kini menjadi bidikan klub Portugal, Portimonense SC.

RD menceritakan proses pertama kali dirinya mengangkat karier Safawi. Semua bermula kala ia mengerjakan T Team pada 2015 maka 2017.  

Kebiasaanya, RD sering memanggil pemain-pemain muda untuk melengkapi sesi latihan tim senior T Team. Awalnya, Safawi seperti pemain muda lainnya yang sulit beradaptasi dengan suasana baru dan pemain-pemain yang lebih senior.

“Kami sering mengangkat pemain-pemain muda untuk melengkapi latihan. Nah saya lihat potensi Safawi yang 16 tahun sudah cukup baik. Hanya memang kendala tempat biasa sulit beradaptasi, ” kata RD kepada VIVA , Kamis 27 Agustus 2020.

“Dalam proses latihan saya tahan tempat untuk terus bertahan di awak senior. Kemudian mulai saya turunkan dalam laga uji coba, ” sambung pelatih yang kini mengikhtiarkan Madura United itu.

Perlahan tapi pasti, Safawi biar semakin berkembang di bawah titah RD. Sang pelatih kemudian menjadikanya pemain inti di Malysia Super League 2016.  

Bukan cuma berperan mengangkat penghidupan Safawi, RD pun menjadi orang yang mengusulkan pada manajemen untuk menaikkan gaji Safawi.  

“Di kompetisi saya mainkan dia tampil mengejutkan bahwa secara usia dia baru 16 menggunakan dia bermain dengan percaya diri, punya kualitas untuk menutupi cacat tim kami. Dia main di beberapa posisi. Sayap kiri, atau kanan, dia juga bisa di Attacking midfielder, ” jelasnya.

“Akhirnya di setengah musim pertama itu karena dia berperan reguler, waktu itu gajinya masih 3000 Ringgit. Kemudian saya secara manajemen mengusulkan untuk menaikkan penghasilan dia menjadi 6000 Ringgit sebab dia main inti reguler, ” ujarnya.

Setelah tampil memukau bersama T Team dalam putaran pertama MSL 2016, Safawi pun mulai dilirik Timnas Malaysia. Tak tanggung-tanggung, dia mengikuti pemusatan latihan tiga kategori usia sekali lalu (U-16, U-21, dan Timnas senior Malaysia).

Selain itu, Safawi pun dipinang raksasa Malaysia Johor Darul Takzim pada 2017.   Safawi pun kini menjadi senjata mematikan Malaysia. Timnas Indonesia sudah merasakan pahitnya diterkam aksi-aksi pemain binaan RD ini.  

Safawi dua kali membobol gawang Timnas Indonesia di laga Kondisi Piala Dunia 2022 Grup G, 19 November 2019 silam. Nusantara kalah 0-2 di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia.

Gol pertama Safawi dicetak lewat tendangan bebas sejak luar kotak penalti pada menit ke-30. Mimpi buruk diberikan Safawi kepada Timnas Indonesia pada menit ke-73. Saat Armada Merah Putih mengincar gol penyeimbang, Safawi sukses menambah keunggulan Malaysia.

Di sisi lain, Safawi zaman ini sudah 33 kali menguatkan Harimau Malaya. Sebanyak 10 gol dia sumbangkan untuk negaranya.

Baca Juga:

Wow, Bintang Timnas Malaysia Dibidik Klub Primeira Liga Portugal
5 Transfer Pemain yang Mengubah Sejarah Sepakbola
Messi Ibarat Film Mesum, Komentar Mourinho Kini Jadi Bukti

Matthew Collins

Back to top